Sejak tadi kaki ini berjalan
Menebal tak bisa merasakan aspal
Punggungku… punggungku membungkuk
penuh
Terpanggang menghasilkan cat minyak
mengkilat licin silau
Berdiri; kuperintahkan punggung
tangan ku memoles peluh di dahi
Terik silau membuat kerut mata
tertarik
Ku lempar nafas
Kuberanikan melihat mentari
Berjalan menuju rebahan
Mengipas gerah meneguk bening
hambar
Rasa segar lewat sudah
Rebahkan… aku merebahkan lelah
Nyaman punggungku…
Ku rebahkan lelah yang berlanjut
hanyut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar