Kamis, 11 September 2014

Rebahkan Lelah




Sejak tadi kaki ini berjalan
Menebal tak bisa merasakan aspal
Punggungku… punggungku membungkuk penuh
Terpanggang menghasilkan cat minyak mengkilat licin silau
Berdiri; kuperintahkan punggung tangan ku memoles peluh di dahi
Terik silau membuat kerut mata tertarik
Ku lempar nafas
Kuberanikan melihat mentari
Berjalan menuju rebahan
Mengipas gerah meneguk bening hambar
Rasa segar lewat sudah
Rebahkan… aku merebahkan lelah
Nyaman punggungku…
Ku rebahkan lelah yang berlanjut hanyut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar