Senin, 11 Agustus 2014

Rezeki Bersaudara


Rezeki Bersaudara
Silahturahmi dirapatkan
Saling mendo’akan
Saling berbagi
Saling memberi
Menghadiahi
Sering berkunjung
Rezeki bersaudara
_ 10 August 2014 _

Menjenguk Tuhan


Menjenguk Tuhan
Biarkan aku ikut bu
Aku juga ingin menjenguk Tuhan
Langkah kaki kami beriringan
Sesampainya …
Terlihat ia hanya ditemani oleh empat dinding putih
Terbaring pucat pasih berhias senyum yang cukup ramah
Ia masih sanggup menyapa
Tangan meraih do’a dan ucap terimakasih
Penjelasan sedang kami dengarkan perihal sakitnya sekarang
Kami hanya ingin menjenguk Tuhan
Lewat tangan ini kami tadahkan do’a untukmu saudaraku
Agar kau riang kembali
Tangannya masih menyambut ramah
Langkah pulang yang meninggalkan senyum harap
Bu dengan ini kita telah menjenguk Tuhan kan bu?

_10 August 2014_

Mendung Pagi


 
Mendung Pagi
Aku tak suka langit pagi ini
Mendung gelap awan kehilangan warna putihnya
Dengan rintik yang membasahi pipi
Aku tak suka pagi ini
Mataharipun enggan tersenyum
Tapi kicauan burung masih ramai kudengar kurasa mereka juga tak suka

Mencari Arti


 
Mencari Arti
Entah lafasnya atau memang kata yang tak biasa
Kata yang sebagian sudah biasa
Tapi mengapa kali ini sepertinya kata itu terdengar asing dan tak biasa bagiku
Mungkin anggapan lain megatakan sebagai kalimat penyanjung hati
Sang perasa yang tlah mengatakan mohon jelaskan
Aku yang tengah mencari arti dan jawaban




Ketika Uang dijadikan Dewa


 
Ketika Uang dijadikan Dewa
Hidup pun jadi goyah
Selalu ingin menjadi hambanya
Memuja, memuji, mengagung-agungkan uang
Dengan begitu jabatan gampang diraih
Gaya hidup tak mau tersaingi
Padahal makan hanya satu piring kecil
Bukan soal perut yang lapar lagi
Hanya soal kelas makanan
Kemewahan hiasannya
Dengan harga yang fantastic
Dianggapnya semua masalah selesai dengan lembaran
Bagi mereka yang tak mampu bakso lima ribu per mangkuk saja masih terlalu mahal
Bahkan mereka lebih memilih membeli mi instan lebih murah dan mengennyakan
Hahaaa… satu rumah makan kebagian semua
Bagi mereka yang lain uang segalanya
Mendewakan uang apapun akan dilakukan untuk uang
Anak terlantar tak terurus kerjanya hanya jual beli rumah mewah
Memperbanyak rumah, investasi, mobil mewah di parkiran semakin sesak saja
Padahal hanya satu yang terpakai
Memperbanyak hunianpun tak guna, wong pulangnya tetap ke rumah itu-itu juga
Jika sudah begiu kayanya hiduppun mulai gelisah
Takut sang dewa berpindah tuan atau lenyap