Biarkan aku ikut bu
Aku juga ingin menjenguk Tuhan
Langkah kaki kami beriringan
Sesampainya …
Terlihat ia hanya ditemani oleh empat dinding
putih
Terbaring pucat pasih berhias senyum yang cukup
ramah
Ia masih sanggup menyapa
Tangan meraih do’a dan ucap terimakasih
Penjelasan sedang kami dengarkan perihal sakitnya
sekarang
Kami hanya ingin menjenguk Tuhan
Lewat tangan ini kami tadahkan do’a untukmu
saudaraku
Agar kau riang kembali
Tangannya masih menyambut ramah
Langkah pulang yang meninggalkan senyum harap
Bu dengan ini kita telah menjenguk Tuhan kan bu?
_10 August 2014_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar