Senin, 11 Agustus 2014

Ketika Uang dijadikan Dewa


 
Ketika Uang dijadikan Dewa
Hidup pun jadi goyah
Selalu ingin menjadi hambanya
Memuja, memuji, mengagung-agungkan uang
Dengan begitu jabatan gampang diraih
Gaya hidup tak mau tersaingi
Padahal makan hanya satu piring kecil
Bukan soal perut yang lapar lagi
Hanya soal kelas makanan
Kemewahan hiasannya
Dengan harga yang fantastic
Dianggapnya semua masalah selesai dengan lembaran
Bagi mereka yang tak mampu bakso lima ribu per mangkuk saja masih terlalu mahal
Bahkan mereka lebih memilih membeli mi instan lebih murah dan mengennyakan
Hahaaa… satu rumah makan kebagian semua
Bagi mereka yang lain uang segalanya
Mendewakan uang apapun akan dilakukan untuk uang
Anak terlantar tak terurus kerjanya hanya jual beli rumah mewah
Memperbanyak rumah, investasi, mobil mewah di parkiran semakin sesak saja
Padahal hanya satu yang terpakai
Memperbanyak hunianpun tak guna, wong pulangnya tetap ke rumah itu-itu juga
Jika sudah begiu kayanya hiduppun mulai gelisah
Takut sang dewa berpindah tuan atau lenyap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar