Ini
Nasihatku Le
Kau berdagang siang malam
Sholatmu jarang-jarang
Apa lagi kalo laris
Belum sholat ngomongya uwis
Ini mamak mu le
Mamak yang mau ketekunan dari mu
Bawalah sarung jika memang rasa
terlalu kumal
Jika fajar memang penting untuk
belanjaanmu
Sempatlah mampir sejenak
Sujud mu berkah nantinya le
Jika memang siang terkroyok umumkanlah
Sempatkanlah mampir sejenak
Sujud mu berkah nantinya le
Jika sore waktu mengisi bak lagi
Mampirkanlah sejenak
Sujud mu berkah nantinya le
Jika senja penting menghitung bagi mu
Mampirkanlah sejenak
Sujud mu berkah nantinya le
Jika malam penting merancang bagimu
Bangkitlah dari sila mu
Sujud mu berkah nantinya le
daripada torehan angka yang kau tulis
Dua Penunggu Nasi
Dua penunggu nasi termangu di depan tungku
Teriakkan seberang jendela mengagetkan mereka
Pak sup ekstra dua mangkuk!
Seorang bertubuh besar subur tengah berlari kecil
sambil memesan sup
Dua penunggu nasi saling menatap ke arahnya
Dengan terpanga meneguk liur dalam - dalam
Sup ekstra? Dua mangkuk?
Orang bertubuh subur itu lansung menyambar dua mangkuk sup
Lahapnya! Sampai peluh menetes pun tak ia hiraukan
Dua tangan beraksi menyendoki sup
Teguk suap demi suap lancar bergantian ke mulutnya
Seiring keringat tersuap
Belum lagi kandas ia berteriak
Pak tambah supnya dua lagi!
Sementara dua penunggu nasi masih terpanga
Empat? Empat mangkuk sup?
Meneguk liur dalam – dalam
Kenapa? Menunggu nasi? Sinisnya
Bekerja sekarang ini sulit kalian tahu tidak?
Jangankan peduli sodoran tawar pun tak terdengar
Dua penunggu nasi hanya tunduk termangu
Menatap periuk nasi yang tak pernah berisi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar