Kamis, 11 September 2014

Mata Duitan & Malam Kamis





Mata Duitan
Mundur beberapa langkah
Melihat ke bawah sejumput rumput kering dan bungkusan
Memang aku mengaisnya bukan memulung
Tapi memang ku lihat seklebat tadi
Selembar ungu! ku kais lebih dalam
Rumput kering menempel sana – sini pada sisi lembarnya
Yah… hanya selembar kumal
Tapi bernilai, ku cuci dan ku bersihkan
Ku keringkan ku simpan kalau nanti ada yang bisa ku beli


Malam Kamis


Malam ini malam kamis
Lepas mahgrib berboncengan
Riang malam tak dielak
Melaju menyusuri malam inang

Malam ini maam kamis
Sampai harap tawasul munajat ramai
Menata pinggan soto kerupuk dan agar
Menghitung gelas sendok cukup

Malam ini malam kamis
Sampai harap tawasul usai dan tahlil bergilir
Arwah tercatat berurut tawasul dimulai
Tahlil berseru ramai

Isi nampan dirancang rapi
Pinggan soto kerupuk dan agar
Gelas bergilir tuangan teko

Ramai bersambut nampan – nampan penuh
Disinggahkan ke tikar
Tersaji dihadapan ramai menghitung


Nikmat lahap tersisa banyak
Nampan kembali disambut
Penuh berantakan
Sianggah di pencucian
Ramai percikan bilas
Sampai akhir bungkus dibagi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar