Mata
Duitan
Mundur beberapa langkah
Melihat ke bawah sejumput rumput
kering dan bungkusan
Memang aku mengaisnya bukan
memulung
Tapi memang ku lihat seklebat tadi
Selembar ungu! ku kais lebih dalam
Rumput kering menempel sana – sini
pada sisi lembarnya
Yah… hanya selembar kumal
Tapi bernilai, ku cuci dan ku
bersihkan
Ku keringkan ku simpan kalau nanti
ada yang bisa ku beli
Malam
ini malam kamis
Lepas
mahgrib berboncengan
Riang
malam tak dielak
Melaju
menyusuri malam inang
Malam
ini maam kamis
Sampai
harap tawasul munajat ramai
Menata
pinggan soto kerupuk dan agar
Menghitung
gelas sendok cukup
Malam
ini malam kamis
Sampai
harap tawasul usai dan tahlil bergilir
Arwah
tercatat berurut tawasul dimulai
Tahlil
berseru ramai
Isi
nampan dirancang rapi
Pinggan
soto kerupuk dan agar
Gelas
bergilir tuangan teko
Ramai
bersambut nampan – nampan penuh
Disinggahkan
ke tikar
Tersaji
dihadapan ramai menghitung
Nikmat
lahap tersisa banyak
Nampan
kembali disambut
Penuh
berantakan
Sianggah
di pencucian
Ramai
percikan bilas
Sampai
akhir bungkus dibagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar