Mutiara
yang telah lama hilang
8
tahun sudah terlewati tanpa sedikit kilauanpun yang tampak
Sejak
tumbuhnya tunas hingga dapat menjadi tempat peneduh
Teringat
ketika ia ditimang
Dinyanyikan
syair pengantar mimpi
Syair-syair
nasehat hati
Hendak
mendidik budi pekerti
Lantunan
ayat-ayat suci tak terdengar lagi
Lafas
adzan merdu tak berkumandang lagi
Cerita
aktivitas sehari-hari tak terungkap lagi
Langkah
kaki
Suara
berlari
Lompattan
riang
Tawa
senyum riang tak terlihat lagi
Semua
hanya tinggal kenangan tak berbingkai
Kabar
demi kabar telah datang silih berganti
Ada
yang membuat sumringah hati
Namun
akhirnya membuat hati gelisah
Karna
menanti kebenaran
Meski
bukan maksud hati untuk meminta kepada selain diri-Mu
Namun
keputus asaan telah lama menghampiri hati
Sungguh
Butir-butir
do’a tanpa henti terucap
Menangis
Memohon
Merintih
Seakan
ingin mengakhiri nafas
Ya
Allah… jika ia masih hudup, pintalah ia untuk sejenak mengingatku!
Ingatkan
bahwa ia harus pulang!
Ingatkan
akan aku di sini yang selalu dan telah lelah menanti kepulangannya!
Katakan
padanya bahwa aku telah kembali ke rumah!
Katakana
bahwa aku selalu mengingat kerinduan akan hadirnya di sini, di rumah ini, di
kamar ini, di setiap lorong rumah ini, di setiap jendela, di setiap pintu
Duduk
di sampingku
Tapi…
jika ia benar telah meninggal dunia tunjukkan aku di mana nisannya
Setidaknya
pertemukanlah kami dalam mimpi yang indah, dan beri waktu tuk
berbincang-bincang dengannya
Teruruskah
badannya?
Bahagiakah
dia?
Apakah
makannya tercukupi?
Apakah
ia telah memiliki keluarga?
Apakah
mungkin… memang ia tak kan pernah kembali lagi?
Sungguh
aku benar-benar ingin mengetahui nasibnya!
Sungguh
Mengingat
kerinduan ini sungguh membuatku lelah
Bagai
kehilangan separuh jiwa…
Tiada
waktu tanpa mengingat kerinduan…
Ya
Allah… aku mohon kepastian dari-Mu
Jangan
biarkan rindu hanya sebatas ingatan
Pertemukanlah
kami
Ingatkan
aku akan sebuah kabar pasti di mana letaknya?
Agar
rinduku ini sedikit beralamat!
Mengingat
kerinduan … aku takut tak sanggup lagi untuk mengingat dan melihatnya karna
mata ini telah terpejam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar