Minggu, 25 Mei 2014

Mengingat kerinduan




Mutiara yang telah lama hilang
8 tahun sudah terlewati tanpa sedikit kilauanpun yang tampak
Sejak tumbuhnya tunas hingga dapat menjadi tempat peneduh
Teringat ketika ia ditimang
Dinyanyikan syair pengantar mimpi
Syair-syair nasehat hati
Hendak mendidik budi pekerti
Lantunan ayat-ayat suci tak terdengar lagi
Lafas adzan merdu tak berkumandang lagi
Cerita aktivitas sehari-hari tak terungkap lagi
Langkah kaki
Suara berlari
Lompattan riang
Tawa senyum riang tak terlihat lagi
Semua hanya tinggal kenangan tak berbingkai
Kabar demi kabar telah datang silih berganti
Ada yang membuat sumringah hati
Namun akhirnya membuat hati gelisah
Karna menanti kebenaran
Meski bukan maksud hati untuk meminta kepada selain diri-Mu
Namun keputus asaan telah lama menghampiri hati
Sungguh
Butir-butir do’a tanpa henti terucap
Menangis
Memohon
Merintih
Seakan ingin mengakhiri nafas
Ya Allah… jika ia masih hudup, pintalah ia untuk sejenak mengingatku!
Ingatkan bahwa ia harus pulang!
Ingatkan akan aku di sini yang selalu dan telah lelah menanti kepulangannya!
Katakan padanya bahwa aku telah kembali ke rumah!
Katakana bahwa aku selalu mengingat kerinduan akan hadirnya di sini, di rumah ini, di kamar ini, di setiap lorong rumah ini, di setiap jendela, di setiap pintu
Duduk di sampingku
Tapi… jika ia benar telah meninggal dunia tunjukkan aku di mana nisannya
Setidaknya pertemukanlah kami dalam mimpi yang indah, dan beri waktu tuk berbincang-bincang dengannya
Teruruskah badannya?
Bahagiakah dia?
Apakah makannya tercukupi?
Apakah ia telah memiliki keluarga?
Apakah mungkin… memang ia tak kan pernah kembali lagi?
Sungguh aku benar-benar ingin mengetahui nasibnya!
Sungguh
Mengingat kerinduan ini sungguh membuatku lelah
Bagai kehilangan separuh jiwa…
Tiada waktu tanpa mengingat kerinduan…
Ya Allah… aku mohon kepastian dari-Mu
Jangan biarkan rindu hanya sebatas ingatan
Pertemukanlah kami
Ingatkan aku akan sebuah kabar pasti di mana letaknya?
Agar rinduku ini sedikit beralamat!
Mengingat kerinduan … aku takut tak sanggup lagi untuk mengingat dan melihatnya karna mata ini telah terpejam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar