Minggu, 25 Mei 2014

Dianggapkah Aku?


Suaraku tak mampu mengusik mereka
Senyum sapaku hanya sebagai keramah tamahan belaka
Opiniku hanya sebagai tes pendengaran belaka
Pertolonganku hanya sebagai penutup tirai belaka
Aku tahu
Aku memang tak sehebat sang juara di depan sana
Hei… para juara !! ya, kalian para juara yang berdiri di depan sana!
Bisakah kalian sedikit saja memperhatikan aku ketika aku berbicara?
Bisakah kalian melihat tanpa mata sinis?
Apakah aku salah jika aku berbicara?
Apakah aku tak boleh bicara?
Bukankah setiap orang berhak berbicara?
Dianggapkah aku?
Mengapa kalian hanya melihatku sebelah mata?
Apakah karna aku orang miskin?
Apakah karna aku tak pandai bergaul?
Apakah kehadiranku di sini hanya sebagai pengisi bangku kosong belaka?
Aku tahu bahwa aku hanya mempunyai sedikit kepandaian yang ukurannya tak sebesar butir pasir?
Apakah harga waktu dan karya ku hanya terbayar dengan sedikit rupiah dari kalian yang mampu memberi lebih?
Bisakah kalian lebih berterimakasih pada usahaku ini?
Apakah aku memang sebagai butiran pasir yang mengganggu?
Sehingga aku begitu merasa tersisih
BISAKAH KALIAN MEMPERHATIKAN BUTIRAN PASIR INI SEBENTAR SAJA?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar