Diantara
Dua Cinta (Part 1)
Tak terasa sore
menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir
angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini sangat jernih sama
seperti kemarin sobat, senyum dan canda terukir jelas di tanah ini. Suasana
yang ramai, anak-anak berlarian dengan riang untuk segera berangkat sholat
maghrib di masjid. dan aku pun segera bersiap mengikuti langkah-langkah kecil
yang telah mendahului langkahku.
____
Setelah itu aku pulang
ke rumah.. “Treet… teet… treet… teet…“ HP ku berdering, dan aku menerima SMS
dari sahabatku Ani. Aku dan Ani sudah berteman sejak duduk di kelas 1 SMK. Kami berasal dari sekolah yang
sama dan kami berdua satu kelas. Tapi Ani berasal dari daerah yang berbeda
dengan ku. Ani berasal dari Belitar, sedangkan aku dari Bengkulu. Karena aku
tidak sempat mengikuti ospek, jadi kami sama-sama tidak saling kenal.
____
Namun, waktu demi waktu
kami menjadi dekat dan akrab. Kami pun sama-sama lulus sekolah. Aku melanjutkan
sekolah di salah satu sekolah tinggi agama Islam di desaku. Sedangkan Ani,
tidak melanjutkan sekolahnya. Ia lebih memilih bekerja. Terakhir ia bekerja
sebagai penjaga toko busana tapi ia sekarang ia tidak bekerja lagi dan ia hanya
di rumah saja. kami sudah lama tak bertemu karena aku sangat sibuk mengurusi
tugas kuliahku. Hari ini kebetulan hari tenang menjelang UAS. Dan ia pun
mengajakku untuk bertemu. Kami pun berjanji untuk jalan-jalan sekedar melepas
rindu bertemu di rumahnya.
From: Ani
Tiin… lg ap ni??
Jalan yuk!
To: Ani
Lg nonton nih.. kmu lg
ngapain?
Jalan??? Heee,,, mau
jalan ke mana??
From: Ani
Hmmmm… Makan bakso jga
boleh…
Nanti jemput aku ya…
aku tunggu…
To: Ani
Ok. Traktiir ya… !
From: Ani
Ok. Cepetan aku tunggu…
!
To: Ani
Iy. Tunggu aku
ngeluarin motor dulu…”
Kamipun tiba di warung
bakso “Tin, jumbo ya…? “ serunya dengan riang. “Gak pekek mie ya” jawabku. Yah…
kami memang penggila bakso..hahaaa… kami menikmati bakso bersama seraya
bercerita. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Kami pun segera
pulang ke rumah. Cerita di warung bakso tadi kami lanjutkan lewat SMS sampai
akhirnya kami berencana untuk pergi ke danua bersama esok hari. Tepat pukul 2
siang kami berangkat ke danau bersama. “Kita beli cemilan dulu ya, untuk kita
makan di danau nanti”. “Ok“! Jawabku dengan riang.
____
“Huuuuuuh………… segar
sekali…. Udaranya dingin ya Tin” kata Ani seraya mengambil jaket yang ada di
dalam tasnya. “Iya Ani… dingin banget… bajuku sampe terbang-terbang anginnya
deres banget ya…” sahutku sambil melipatkan tangan di dadaku. “ Eh, tuh ada
tahu sumedang beli yuuk!!” iya ayok!” bang tahunya 5000 ya… cabenya jangan
lupa, eh, tuh ada tempat bagus ke sana yok! Iya ayok foto-foto ya! Siip!!”
____
Saat itu kami benar-benar
senang, berfoto bersama, dan tak lupa pula kami menyantap makanan yang sedari
tadi telah dipersiapkan. Eh ya, kamu masih sama Heri kan?” tanyaku penasaran
“iya, masih lah… heee… tapi sekarang aku punya pacar lagi nih… “ ha?? Siapa?
Aku sungguh terkejut dengan perkataannya, mengingat bahwa ia dan Heri sudah
berpacaran sangat lama sejak kelas 2 SMK, bahkan kini mereka sudah bertunangan.
Aku pun berusaha mengingatkannya tentang Heri agar ia tidak larut dalam
perselingkuhan ini gak tanggung-tanggung ia selingkuh dengan 2 pria sekaligus,
dan aku menanyakan siapa kedua pria itu? Rony dan Tomy… loh kok bisa?? Aku
melongo mendengar pengakuannya padaku. Ya bisa lah Ani gitu loh…. Heee J”
jawabnya dengan santai. Huuuuuh… Edan kamu!! Terus gimana sama Heri, katanya
kamu mau menikah sama Heri nanti?” Tanyaku yah… menurutku Heri anak yang baik,
ia bahkan sekarang sedang bekerja keras untuk memenuhi biaya pernikahannya
dengan Ani nanti. Sahabatku ini memang sangat berbeda denganku, wajahnnya tak
begitu cantik ia tergolong gadis berwajah manis saja. tubuhnya tidak tinggi
semampai. Sejak SMK ia memang selalu seperti itu, gonta ganti pacar meskipun ia
sudah menjalani hubungan yang serius dengan Heri. Sedangkan aku sampai sekarang
aku belum pernah pacaran, walaupun aku sudah berusia 20 tahun. Aku memang belum
ingin pacaran. Karena aku ingin menghindari perbuatan zina. “ Ah… nantilah itu
sekarang yang penting Tomy dulu. Tapi kalau sama si Rony, aku sudah putus
dengannya. Tapi ia tidak mau putus denganku, ia masih terus berusaha
menghubungi ku. Rony bekerja di toko mainan anak-anak ia berasal dari kota yang
sama dengan mu Fatin. Tapi aku sama sekali tidak mempedulikannya. Owh… terus
kalo si Tomy? Tanyaku dengan sedikit kecewa dan penasaran. “Kalo si Tomy, ini
yang paling aku cintai. Aku sayang banget sama dia,,, aku sampe bisa
membayangkan wajahnya di sini, gimana ya? Seandainya ia daatang ke sini bersama
cewek lain? Pokoknya aku suka banget sama Tomy. Awalnya aku sama sekali tidak
menyukainya, ia pun pernahku tolak saat ia mencoba menembakku, aku bilang aku
sudah punya pacar dan kami sudah bertunangan. Tapi, takdir berkata lain aku dan
Tomy semakin dekat hingga perasaan itu mengalir begitu saja kami saling suka
dan akhirnya akupun menerima cintanya dan berpacaran…” jelas Ani. Aku yang
sedari tadi menyimak ceritanya tak habis pikir bagaimana ia bisa melakukan hal
itu? Sementara Heri di sana tengah bekerja keras demi dirinya. Aku pun tak
dapat berkomentar apa-apa tentangnya. Kami larut dalam suasana ramainya danau
ini, kami lanjut berfoto-foto dan kali ini kami keliling danau dengan menaiki
perahu kecil.
Perjalanan kami tak
berhenti sampai di situ saja, kami melanjutkan perjalanan menuju kebun
binatang. Setelah puas di sana kami pun pulang. Aku pulang dan istirahat, aku
mencoba mengingat kembali cerita Ani, aku tak menyangka ia seperti itu. Dengan
mudah ia yang berstatus bertungan bisa selingkuh dengan dua pria sekaligus. Hingga
malam menjelang dan aku pun tertidur.
______
Beberapa hari kemudian
kami janji untuk makan di luar, yah biasa apa lagi kalo bukan makan bakso? Kami
berangkat bersama. Pesan bakso seperti biasa gak pakek mie! Heee… cerita kami
tentang Tomy berlanjut.
“Aku kenal pertama kali
sama Tomy itu karena ia adalah orang pinter/paranormal langganan ibu angkatnya
Heri, aku sering ke rumahnya, karena setiap kami janjian ketemuan pasti di
rumahnya terus. Tomy tidak mau diajak jalan keluar, selalu minta aku untuk
datang ke rumahnya. Tapi sekarang aku lagi kesel sama dia, aku sms gak di balas
terus seharian ini, dari pagi sampe malem. Ia baru bales sms ku jam 3 malam
huuuuuf… mana gak kesel aku!! Yah mungkin gak ada pulsa kali… heeee.. sahutku. Kayak
apa si orangnya? Ada fotonya gak? Liat dong…! Tukas ku.. itu lah gak ada
fotonya, aku gak punya fotonya Tomy” jawab Ani sambil mengunyak bakso yang
kenyal, dan terus menambah cabe ke dalam mangkuknya. Woy! Kamu ngambil cabe
banyak sekali nanti sakit perut loh…! Seruku. Biarin aja deh…! Gak pedas kok… Jawabnya.
Kali ini kami tak ke mana-mana setelah makan kami langsung pulang ke rumah.
Sperti biasa obrolan kami berlanjut dengan sms. Sampai kami sama-sama terlelap
di nyenyaknya tidur.
____
Di rumah Ani
“Fatin,, bentar lagi
aku menikah loh… datang ya…heee… bentar lagi ibu ku pulang nih.. pasti bawa
banyak oleh-oleh dari Malaysia” undangnya. “Loh? Katanya habis lebaran
nikahnya?” Tanya ku penasaran. “Yah lihat saja nanti heeee…” jawabnya. Yap ibu
Ani bekerja sebagai TKW di negeri Jiran Malaysia dan sudah sangat lama. “OK.
Terus gimana sama Tomy?” tanyaku. Itulah yang sedang aku fikirkan, aku
benar-benar tidak bisa putus darinya. Aku sangat sayang sama Tomy… aku tidak
mau kehilangan dirinya” Ujar Ani. Haduh… gimana sih? Katanya mau mau menikah
dan gak mau mikirin yang gak pasti? Kalo kamu seperti itu, terus gimana dengan
Heri nanti? Kamu gak mikirin gimana perasaannya? Tanyaku. Biarin aja deh… aku
menikah sama Heri tapi aku pacaran sama Tomy… “ cetusnya dengan tidak merasa
bersalahnya. Aku seketika melongo setelah mendengar ceritanya. Yah udah deh,,
aku pulang dulu yah… dah… aku pun beranjak pulang ke rumah. Sebagai teman aku
hanya bisa sedikit mengingatkan Ani, aku tidak mau terlibat terlalu dalam dalam
kisah cintanya itu, nanti aku sendiri yang pusing kan? Karena itulah aku
langsung pulang ke rumah.
Bersambung…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar