Sabtu, 25 Januari 2014

Gerimis







Gerimis
Awan mulai mengeluarkan peluru kecilnya
Jatuh dengan lembut
Menyapa langkah kami dengan ramahnya
Membawa kedamaian
Membasahi wajah-wajah penuh harap
Memberi kesejukan
Sambil menatap
Semoga gerimis tak berubah menjadi hujan

Fajar





Fajar
Kukuruyuk… Kukuruyuk… Kukuruyuk…
Sahutan ayam dengan merdu
Tabu berbunyi gemparkan alam
Suara merdu adzan membimbing langkahku
Aku melangkah dengan pasti
Menuju sujud suci
Tangan bertadah memohon setitik keberkahan
Fajar membawa berkah
Aku siap menyambut rizki sang fajar















Bohong





Bohong
Kau bilang aku mentari
Bohong, nyatanya aku hanya bara kayu yang hampir mati
Kau bilang aku anggun di setiap lukisan cahaya mentari
Bohong, nyatanya aku hanya coretan tak berguna
Kau bilang aku surga bumi nan menyejukkan kalbu
Bohong, nyatanya aku hanya asap yang menyesakkan nafas
Kau bilang aku mentari yang selalu menjadi penerang dalam gelapmu
Bohong, nyatanya aku hanya sisa api punting rokok yang dibuang
Kau bilang aku adalah princes
Bohong, nyatanya aku hanya upik abu dan tak kan pernah menjadi putri
Kau bilang wajahku sebening embun pagi
Bohong, nyatanya aku seperti tikus yang kekenyangan
Memang kenyataannya aku bukanlah mentari yang dapat menerangi gelapmu
Kenyataannya aku tak seanggun lukisan cahaya mentari, aku bukan princes, dan wajahku
Aku hanya coretan tak berguna

Bila Aku Mentari





Bila Aku Mentari
Kau bilang aku adalah mentari
Yang anggun di setiap lukisan cahaya
Bila aku mentari mengapa aku tak dapat melihat cahaya ku?
Kau bilang aku surga bumi nan menyejukkan kalbumu
Bila aku mentari mengapa aku tak dapat merasakan kesejukan itu?
Kau bilang aku adalah mentari penerang dalam gelap malammu
Bila aku mentari mengapa aku masih tak menemukan cahaya?
Kau bilang aku adalah mentari
Kau telah menemukan diriku di bumi
Bila aku mentari mengapa aku masih tak dapat melihat dirimu di bumi ini?
Bila aku mentari  mengapa aku tak dapat menemukanmu?
Dan siapa sebenarnya dirimu?
Bila aku mentari mengapa hari-hari ku terasa sangat gelap?
Bila aku mentari mengapa aku merasa sangat sepi?
Bila aku mentari mengapa aku tak dapat menemukan mu?
Seharusnya aku bisa dengan mudah menemukan mu
Bahkan aku tak dapat menemukan bayang mu
Aku malah merasa takut
Disiang hari aku merasa tersesat
Bila aku mentari mengapa duniaku gelap gulita?